Apa pula ini? Masak murka aja ada aturannya. Emang sih engkau berhak meluapkan amarah, tapi dalam banyak situasi ada batasan-batasannya.
Misalnya, kurang menguntungkan bila engkau marah-marah di depan kelas. Bahkan meskipun engkau merasa benar dan sanggup mengatakan tiruana bukti dan argumen yang mendukung. Soalnya, orang lain akan cenderung mencakupkap defensif dan parahnya bisa berkembang pada harapan balas dendam. Demikian dituturkan Dr. Sandra Thomas, R.N, Ph.D seorang peneliti wacana amarah dan administrator Center for Nursing Research di University of Tennese, Knoxville.
Asal tahu aja, tidak spesialuntuk adat sosial budaya menyebabkan kita kudu membatasi rasa murka tapi problem kesehatan juga ikut berperan. "Ketika marah, badan kita mengalami banyak sekali perubahan fisiologis, alasannya yakni amarah memicu reaksi melawan atau lari," kata Christopher Peterson, PhD, pengarang Health anda Optimism dan dosen psikologi di University of Michigan, Ann Harbor.
"Kadar adrenalin meningkat, jantung berdegup lebih kencang, napas memburu dan dangkal, pencernaan berhenti," imbuhnya. So, sering marah-marah bisa mengingkatkan reriko pernyakit jantung, tekanan darah tinggi dan penyakit-penyakit mematikan.
Malah dalam penelitian terakhir para dokter di Universitas of North Carolina, mereka menemukan orang yang temperamental (pemarah) mempunyai tiga kali resiko terkena penyakit jantung yang akut dan fatal. Hasil ini didapat sewaktu mereka mereview sebanyak 13 ribu orang di North Carolina selama enam tahun.
"Semua emosi mempunyai efek tertentu kepada cara berpikir kita. Tapi emosi-emosi yang kuat sanggup memperlambat kemampuan penalaran, kemampuan pemecahan problem dan pengambilan keputusan kita," kata Dr. Mara Julius, Sc.D, hebat ilmu epidemi psikososial di Univesity og Michigan School of Public Health yang sudah lebih dari 20 tahun mempelajari cara mengatasi murka yang kuat pada kesehatan pria dan perempuan.
"Ketika engkau merasa murka atau terbelenggu oleh dendam, tiruana itu menjadi beban. Pada sebagian orang , ini memperlambat proses berpikir dan pada sebagian yang lain bakal menghentikan proses berpikir sama sekali," sambungnya.
Teknik Marah yang Benar
Bila perasaan murka engkau ditangani secara benar, berdasarkan Dr. Julius, engkau bakal terhindar dari masalah-masalah kekerabatan sosial dan kesehatan. So, di bawah ini yakni cara murka yang bener.
1. Cari daerah aman.
Carilah daerah "aman" untuk meluapkan murka engkau. Tekniknya, sebelum engkau ngomong ama orang yang bikin engkau jengkel, bicarakan doloe ama orang yang engkau percaya. Pilih mitra dekat, pacar, atau seseorang yang engkau percayai untuk mengungkapkan perasaan murka Anda. Soalnya, bila engkau nekat nglabrak malah bisa nambah masalah. Dan ujung-ujungnya engkau tambah mangkel, jengkel dll.
2. Dekati orang yang bikin engkau murka
Sesudah rasa murka engkau reda, bicaralah pada orang yang menjadi "sumber masalah". Ini penting untuk membuat jernih tiruana permasalahan. Awali pembicaraan, contohnya dengan, " Tindakan atau perkataan engkau, mengganggu perasaanku. Ada yang kudu diluruskan dan dibicarakan. Apa kita bisa membicarakan ini dengan baik?"
3. Kenali hal-hal yang jadi penyebab kemarahan engkau.
Temukan akar problem untuk menemukan faktor pemicunya. Pasti ada hal-hal tertentu yang biasanya mendasari reaksi murka engkau. Bila tidak berhasil, mulailah mencatat saat reaksi-reaksi murka itu timbul dan menulis pengalaman-pengalaman amarah engkau. Teknik ini bakal mempersembahkan engkau peluang untuk mempelajari segala sesuatunya dan bereaksi lebih rasional. Akhirnya, engkau bakal merasa bisa mengendalikan diri dengan menghentikan konfrontasi langsung.
4. Temukan cara melepaskan diri.
Kalau engkau simpel naik darah, ada ajuan biar memakai energi yang meluap-luap itu secara positif. Misalnya memakai energi itu untuk aktivitas fisik. Seperti jogging atau olah raga lainnya. Soalnya olahraga menyalurkan adrenalin lebih konkret ketimbang membiarakannya larut sendiri. Dan engkau pun sanggup menjernihkan pikiran untuk sementara.
5. Atur Nafas
Ketika diselimuti kemarahan, cobalah mengulur waktu untuk menenangkan diri. Kamu bisa pergi sejenak dari situasi tersebut. Carilah daerah sepi dan lakukan semacam meditasi dengan menarikdanunik nafas dalam-dalam. Sesudah pikiran tenang, gres engkau kemukanan apa yang ingin engkau katakan. (dari banyak sekali sumber)
Misalnya, kurang menguntungkan bila engkau marah-marah di depan kelas. Bahkan meskipun engkau merasa benar dan sanggup mengatakan tiruana bukti dan argumen yang mendukung. Soalnya, orang lain akan cenderung mencakupkap defensif dan parahnya bisa berkembang pada harapan balas dendam. Demikian dituturkan Dr. Sandra Thomas, R.N, Ph.D seorang peneliti wacana amarah dan administrator Center for Nursing Research di University of Tennese, Knoxville.
Asal tahu aja, tidak spesialuntuk adat sosial budaya menyebabkan kita kudu membatasi rasa murka tapi problem kesehatan juga ikut berperan. "Ketika marah, badan kita mengalami banyak sekali perubahan fisiologis, alasannya yakni amarah memicu reaksi melawan atau lari," kata Christopher Peterson, PhD, pengarang Health anda Optimism dan dosen psikologi di University of Michigan, Ann Harbor.
"Kadar adrenalin meningkat, jantung berdegup lebih kencang, napas memburu dan dangkal, pencernaan berhenti," imbuhnya. So, sering marah-marah bisa mengingkatkan reriko pernyakit jantung, tekanan darah tinggi dan penyakit-penyakit mematikan.
Malah dalam penelitian terakhir para dokter di Universitas of North Carolina, mereka menemukan orang yang temperamental (pemarah) mempunyai tiga kali resiko terkena penyakit jantung yang akut dan fatal. Hasil ini didapat sewaktu mereka mereview sebanyak 13 ribu orang di North Carolina selama enam tahun.
"Semua emosi mempunyai efek tertentu kepada cara berpikir kita. Tapi emosi-emosi yang kuat sanggup memperlambat kemampuan penalaran, kemampuan pemecahan problem dan pengambilan keputusan kita," kata Dr. Mara Julius, Sc.D, hebat ilmu epidemi psikososial di Univesity og Michigan School of Public Health yang sudah lebih dari 20 tahun mempelajari cara mengatasi murka yang kuat pada kesehatan pria dan perempuan.
"Ketika engkau merasa murka atau terbelenggu oleh dendam, tiruana itu menjadi beban. Pada sebagian orang , ini memperlambat proses berpikir dan pada sebagian yang lain bakal menghentikan proses berpikir sama sekali," sambungnya.
Teknik Marah yang Benar
Bila perasaan murka engkau ditangani secara benar, berdasarkan Dr. Julius, engkau bakal terhindar dari masalah-masalah kekerabatan sosial dan kesehatan. So, di bawah ini yakni cara murka yang bener.
1. Cari daerah aman.
Carilah daerah "aman" untuk meluapkan murka engkau. Tekniknya, sebelum engkau ngomong ama orang yang bikin engkau jengkel, bicarakan doloe ama orang yang engkau percaya. Pilih mitra dekat, pacar, atau seseorang yang engkau percayai untuk mengungkapkan perasaan murka Anda. Soalnya, bila engkau nekat nglabrak malah bisa nambah masalah. Dan ujung-ujungnya engkau tambah mangkel, jengkel dll.
2. Dekati orang yang bikin engkau murka
Sesudah rasa murka engkau reda, bicaralah pada orang yang menjadi "sumber masalah". Ini penting untuk membuat jernih tiruana permasalahan. Awali pembicaraan, contohnya dengan, " Tindakan atau perkataan engkau, mengganggu perasaanku. Ada yang kudu diluruskan dan dibicarakan. Apa kita bisa membicarakan ini dengan baik?"
3. Kenali hal-hal yang jadi penyebab kemarahan engkau.
Temukan akar problem untuk menemukan faktor pemicunya. Pasti ada hal-hal tertentu yang biasanya mendasari reaksi murka engkau. Bila tidak berhasil, mulailah mencatat saat reaksi-reaksi murka itu timbul dan menulis pengalaman-pengalaman amarah engkau. Teknik ini bakal mempersembahkan engkau peluang untuk mempelajari segala sesuatunya dan bereaksi lebih rasional. Akhirnya, engkau bakal merasa bisa mengendalikan diri dengan menghentikan konfrontasi langsung.
4. Temukan cara melepaskan diri.
Kalau engkau simpel naik darah, ada ajuan biar memakai energi yang meluap-luap itu secara positif. Misalnya memakai energi itu untuk aktivitas fisik. Seperti jogging atau olah raga lainnya. Soalnya olahraga menyalurkan adrenalin lebih konkret ketimbang membiarakannya larut sendiri. Dan engkau pun sanggup menjernihkan pikiran untuk sementara.
5. Atur Nafas
Ketika diselimuti kemarahan, cobalah mengulur waktu untuk menenangkan diri. Kamu bisa pergi sejenak dari situasi tersebut. Carilah daerah sepi dan lakukan semacam meditasi dengan menarikdanunik nafas dalam-dalam. Sesudah pikiran tenang, gres engkau kemukanan apa yang ingin engkau katakan. (dari banyak sekali sumber)
Tag :
Maillist Tetangga

0 Komentar untuk "Marahlah Secara Benar"